Siak,busernusantarasorottv.com — Menjadi seorang guru bukan sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran. Bagi Jonroy Parangin Angin, S.Th., guru di Pendidikan Tunas Bangsa, Siak, mengajar merupakan bentuk pengabdian sekaligus jalan untuk membantu anak-anak meraih masa depan.
Lebih kurang 18 tahun Jonroy menjalani profesinya sebagai pendidik. Selama itu pula, berbagai suka dan duka telah dilaluinya. Menghadapi karakter anak yang beragam, termasuk ketika ada siswa yang membandel, menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun, Jonroy memilih menghadapi semuanya dengan kesabaran.
“Kalau anak-anak membandel, sebagai guru kita harus tetap menasihati dengan sabar. Mereka masih dalam proses belajar dan membutuhkan arahan,” ungkap Jonroy dalam wawancara khusus.
Menurutnya, menjadi guru berarti memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter generasi muda. Ia ingin anak-anak yang dididiknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara.
Motivasi itulah yang membuat Jonroy tetap bertahan menjalani pengabdian sebagai guru selama hampir dua dekade.
Membagi Waktu antara Mengajar dan Bertani
Di balik kesibukannya mengajar, kehidupan Jonroy juga tidak lepas dari kerja keras. Setelah menyelesaikan tugas di sekolah, ia kembali menjalankan aktivitas lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Jonroy mengisi waktunya dengan bertani sayuran dan beternak. Tidak berhenti di sana, ia juga menerima murid untuk les tambahan, khususnya anak-anak usia sekitar 6 hingga 12 tahun.
Menariknya, kegiatan les tersebut diberikan secara gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Bagi Jonroy, membantu anak belajar tidak selalu harus berorientasi pada materi. Kepuasan terbesar justru ketika melihat anak-anak yang pernah dibimbingnya berhasil.
“Kalau les, saya tidak memikirkan bayaran. Kalau anak-anak sukses, saya yang senang dan bahagia. Itu sudah menjadi kebanggaan bagi saya,” tutur Jonroy.
Disiplin Menjadi Kunci
Jonroy menyadari bahwa menjalani berbagai aktivitas sekaligus membutuhkan kedisiplinan tinggi. Waktu harus dibagi secara tepat antara mengajar, keluarga, bertani, beternak, dan memberikan les.
Baginya, guru juga harus memberikan contoh melalui kehidupan sehari-hari. Disiplin bukan hanya sesuatu yang diajarkan kepada siswa, tetapi harus terlebih dahulu diterapkan oleh seorang pendidik.
Selama 18 tahun mengajar, Jonroy belajar bahwa pendidikan membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan konsistensi. Tidak semua hasil dapat dilihat dengan cepat. Ada kalanya seorang guru harus menunggu bertahun-tahun untuk melihat keberhasilan anak didiknya.
Namun ketika melihat mereka tumbuh menjadi orang sukses dan berguna bagi masyarakat, seluruh perjuangan terasa terbayar.
Bagi Jonroy, menjadi guru bukan hanya pekerjaan. Mengajar adalah pengabdian, menanam harapan, dan menyiapkan generasi yang kelak akan membawa bangsa ini menuju masa depan.(Poltak H)


















