Bupati Humbahas Ikuti Rakor Pengelolaan DAS dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana

Pemerintahan386 Dilihat

 

Humbahas, busernusantarasorottv.com-Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, mengikuti Rapat Tindak Lanjut Hasil Rapat Koordinasi Penanganan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (2/10/2026).

 

Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Sekretariat Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah rapat sebelumnya terkait pengelolaan DAS, khususnya upaya normalisasi aliran sungai pascabencana di wilayah Sumatera.

 

Dalam rapat tersebut, Bupati Humbang Hasundutan didampingi Asisten Pemerintahan Sabar Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Kalak BPBD Bernard Simamora, Kadis PUTR Reinward Marpaung, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Kadis Pertanian Tukka Siahaan, serta Kadis Kominfo Adrianus Mahulae.

 

Dalam pengantarnya, Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si. menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan dan pengelolaan DAS, terutama dalam mendukung normalisasi aliran sungai pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

 

Koordinasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah penanganan dan pengelolaan DAS guna mendukung percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

 

Pengelolaan DAS dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemulihan pascabencana. Kondisi kawasan sungai, tata kelola lingkungan, serta upaya normalisasi dan penanganan aliran sungai membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif.

 

Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, unsur Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta instansi teknis yang menangani bidang sumber daya air dan lingkungan. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat penanganan DAS sekaligus memperkuat upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.(Lincuan siregar)