Bupati Humbahas Serahkan Santunan Korban Banjir Sungai Meluap di Pollung

Pemerintahan48 Dilihat

 

Doloksanggul, busernusantarasorottv.com – Wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana alam meluapnya sungai di Desa Aek Nauli II, Kecamatan Pollung, Rabu (3/6/2026).

Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah dalam membantu keluarga yang mengalami kehilangan akibat musibah yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan tersebut. Bupati Oloan secara langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Humbang Hasundutan, Mardongan Rambe Manalu menjelaskan bahwa santunan diberikan kepada Gita Sugiarto Sinaga selaku ibu kandung dari dua korban meninggal dunia, yakni Hotnike E. Lumban Gaol dan Ricardo T. Lumban Gaol.

“Masing-masing korban mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta, sehingga total bantuan yang diterima keluarga mencapai Rp30 juta,” jelas Mardongan Rambe Manalu.

Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantuan sosial bagi korban bencana yang disalurkan pemerintah sebagai bentuk perlindungan dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak musibah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami bencana dan membutuhkan perhatian serta dukungan.

Menurutnya, bantuan santunan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga proses penyaluran dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

“Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar masyarakat yang terdampak bencana dapat memperoleh hak-haknya, termasuk bantuan sosial maupun program-program pemulihan lainnya,” ujar Bupati Oloan.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada pemberian santunan kepada ahli waris. Pemkab Humbahas juga berupaya membantu pemulihan kondisi keluarga korban melalui program perbaikan rumah yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Melalui program tersebut, diharapkan tempat tinggal keluarga korban dapat diperbaiki sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi mereka dalam menjalani kehidupan pascabencana.

Bupati Oloan juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama pada musim penghujan yang dapat memicu meluapnya sungai maupun tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak daerah aliran sungai, serta membangun budaya gotong royong dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tengah masyarakat.

“Kita berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah bersama masyarakat harus terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam,” ungkapnya.

Keluarga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kementerian Sosial RI atas perhatian serta dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti dalam meringankan beban keluarga yang tengah berduka.

Melalui penyerahan santunan dan berbagai upaya pemulihan yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan sosial, serta memastikan setiap warga yang mengalami musibah memperoleh perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.

(Mannen Lubis)