Cegah Konflik Meluas, Pemkab Humbahas dan Forkopimda Dorong Penyelesaian Damai Raja Bius Matiti dan Pomparan Op. Patar Munthe

Pemerintahan562 Dilihat

Humbahas,busernusantarasorottv.com-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil langkah cepat untuk meredam potensi konflik antara Raja Bius Manullang Matiti dan Pomparan Op. Patar Munthe Sarsiantar.

Persoalan yang terjadi pada Sabtu pagi, 12 September 2026, tersebut langsung mendapat perhatian pemerintah daerah. Pada Sabtu sore, Pemkab Humbahas bersama Forkopimda menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pertemuan itu difokuskan pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencari jalan penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak. Pemerintah daerah menilai pendekatan dialog dan musyawarah menjadi langkah penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan semangat kekeluargaan. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus tetap menghormati adat istiadat serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Humbahas, kata Bupati, hadir sebagai fasilitator untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih dan membuka ruang komunikasi secara terbuka, sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Dukungan terhadap langkah tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Marsono Simamora, yang hadir mewakili Ketua DPRD. Ia mendorong kedua pihak mengutamakan dialog serta menghindari tindakan sepihak yang berpotensi memunculkan gesekan baru.

Sementara itu, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., mengingatkan pentingnya menjaga keamanan selama proses penyelesaian berlangsung. Masyarakat dan kedua pihak diminta tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperkeruh situasi.

Dari unsur penegakan hukum, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan Van Barata Semenguk, mewakili Kajari, mengingatkan seluruh pihak agar tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku. Persoalan diharapkan diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tertib.

Perwakilan TNI juga menyatakan dukungan terhadap langkah Pemkab Humbahas dan Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah terjadinya eskalasi konflik.

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, koordinasi pengamanan dilakukan melibatkan Polres Humbang Hasundutan, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pemantauan lapangan turut dilakukan, termasuk patroli, pemantauan terhadap warga yang mengalami luka serta pendataan terhadap kerusakan rumah akibat kejadian tersebut.

Selanjutnya, Pemkab Humbahas dan Forkopimda akan memperkuat koordinasi bersama Tim Terpadu Penanganan Konflik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur terkait lainnya.

Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi sekaligus menghasilkan solusi yang adil dan dapat diterima bersama.

Pemkab Humbahas menegaskan bahwa menjaga ketenteraman masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pihak diharapkan mengutamakan kepala dingin, menghormati proses penyelesaian dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas konflik.

Dengan sinergi pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat, persoalan antara Raja Bius Manullang Matiti dan Pomparan Op. Patar Munthe Sarsiantar diharapkan dapat segera diselesaikan secara damai, sehingga situasi keamanan dan ketenteraman di Humbang Hasundutan tetap terjaga.(Lincuan siregar)