Dugaan Keracunan Massal MBG Terjadi di Tapung Hulu,Keselamatan Puluhan Siswa SMK Negeri Terancam

Peristiwa5 Dilihat

Tapung hulu, Kampar,busernusantarasorottv.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, kembali menuai sorotan tajam. Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu terpaksa dilarikan ke IGD Puskesmas Suka Ramai akibat mendadak menderita gejala keracunan usai menyantap hidangan makanan yang dibagikan, pada Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan pantauan langsung dan rekaman situasi di lokasi, belasan hingga puluhan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah tampak lemas, dipapah, hingga terbaring di ranjang perawatan dengan penanganan selang infus dan bantuan oksigen. Pihak tenaga medis Puskesmas Suka Ramai mencatat jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis mencapai sedikitnya 41 siswa.

Kejadian fatal ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Pasalnya, insiden dugaan permasalahan makanan program MBG di Tapung Hulu ini bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, publik setempat sempat dihebohkan dengan temuan menu nasi goreng berbelatung yang disajikan kepada peserta didik SD 016 Kusau Makmur. Berulangnya kasus serupa menunjukkan indikasi kuat adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan, higienitas, serta kelayakan penyediaan makanan bagi anak-anak sekolah.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan kelalaian teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa para siswa. Pemerintah pusat maupun daerah bersama instansi terkait harus menjadikan kasus ini sebagai atensi luar biasa dan segera mengambil tindakan tegas!” tegas narasi kontrol sosial masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun vendor penyedia program MBG setempat belum dapat dimintai keterangan resmi karena dilaporkan masih berada di lapangan untuk memfokuskan penanganan para korban yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Masyarakat meminta pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, serta dinas terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium, serta mengusut tuntas keterlibatan penyedia jasa guna mencegah terulangnya tragedi serupa yang dapat membahayakan generasi muda.

(Yohanes Siregar).