Rokanhilir,busernusantarasorottv.com-Kondisi jalan penghubung menuju Kantor Camat Bangko Pusako dari arah Teluk Bano kian memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter itu mengalami kerusakan parah dan digenangi air dalam waktu yang cukup lama. Genangan banjir yang menutup badan jalan bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga berdampak langsung terhadap anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk menuju sekolah.
Warga setempat menyebutkan, kondisi ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Jalan yang dinilai terlalu rendah membuat air sulit surut ketika hujan turun maupun saat debit air meningkat. Akibatnya, akses masyarakat menjadi lumpuh dan membahayakan pengendara, terutama pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Kalau hujan turun, jalan ini seperti sungai kecil. Anak-anak sekolah sering terlambat bahkan ada yang memilih tidak berangkat karena takut jatuh. Kami heran, jalan menuju kantor camat saja seperti ini, bagaimana dengan jalan lain yang jauh dari perhatian pemerintah,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Menurut masyarakat, kondisi tersebut sangat ironis mengingat jalan itu merupakan akses penting menuju pusat pelayanan pemerintahan kecamatan. Namun hingga kini, belum terlihat langkah nyata dari pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk melakukan perbaikan permanen.
Beberapa warga bahkan menyampaikan sindiran halus kepada pemerintah daerah. Mereka menilai pembangunan selama ini seolah lebih banyak terlihat di atas kertas dibandingkan kenyataan di lapangan. “Mungkin harus viral dulu baru diperbaiki. Padahal setiap hari pejabat lewat sini, tapi kerusakan seperti dianggap biasa,” ungkap warga lainnya.
Keluhan serupa juga datang dari kalangan orang tua murid. Mereka mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak yang harus menerobos genangan air dan jalan berlubang demi bisa sampai ke sekolah. Selain membahayakan, kondisi tersebut juga menyebabkan para pelajar tertinggal pelajaran karena keterlambatan datang ke sekolah.
Salah seorang pelajar SMA mengaku sering harus berjalan kaki sambil menggulung celana agar bisa melewati genangan air. “Kadang sepatu basah semua. Kalau motor mati di tengah jalan, kami terlambat masuk kelas,” katanya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya dinas terkait, segera turun tangan melakukan perbaikan dan peninggian badan jalan agar persoalan yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga itu tidak terus berulang. Warga menilai akses pendidikan dan pelayanan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji dalam program pembangunan.
Kini masyarakat hanya bisa berharap ada perhatian nyata, sebab jalan yang rusak bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan, pendidikan anak-anak, dan wajah pelayanan pemerintah di tingkat kecamatan. (Penulis : Junaidi)
