Kapolda Sumut Gandeng Sultan Deli XIV dan FKN Rawat Keberagaman, Perkuat Persatuan di Sumut

Berita61 Dilihat
banner 468x60

Kapolda Sumut Gandeng Sultan Deli XIV dan FKN Rawat Keberagaman, Perkuat Persatuan di Sumut

Medan,// BNSTV

banner 336x280

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah bersama pengurus Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (30/10/2026).

Kehadiran Kapolda Sumut bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut disambut langsung oleh Sultan Deli XIV yang juga menjabat sebagai Ketua FKN Sumut, beserta jajaran pengurus dan tokoh lintas suku, agama, serta organisasi kemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut, Sultan Deli XIV menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Sumut. Ia berharap silaturahmi tersebut semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dengan elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Sumatera Utara.

Sultan juga menyampaikan bahwa FKN telah beberapa kali mengambil peran dalam meredam berbagai persoalan sosial di Kota Medan melalui pendekatan dialog dan komunikasi, termasuk ketika muncul polemik terkait penertiban pedagang daging nonhalal serta sejumlah persoalan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan Sultan Deli XIV beserta seluruh pengurus FKN. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya sudah beberapa kali bertugas di sejumlah provinsi, tetapi baru kali ini menemukan sebuah forum yang menghimpun berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan dan etnis dalam satu wadah, yakni Forum Keberagaman Nusantara. Ini merupakan hal yang sangat baik dan perlu kita jaga bersama,” ujar Sonny.

Ia menegaskan, keberagaman masyarakat Sumatera Utara merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang bukan menjadi penghalang, melainkan modal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Keberagaman di Sumatera Utara sudah terjalin dengan baik. Ini harus kita jaga dan rawat bersama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga memohon dukungan dan sinergi dari FKN untuk membantu pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam mendukung program Bapak Kapolri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menekankan pentingnya pembenahan internal Polri dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakui masih terdapat anggota yang belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan masyarakat, namun pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.

“Saya sudah menyampaikan kepada seluruh Pejabat Utama dan anggota agar menjadikan profesi Polri sebagai ladang ibadah. Permudah urusan masyarakat, jangan dipersulit. Yakinlah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah diam,” ungkapnya.

Terkait penanganan kasus penembakan yang baru-baru ini terjadi, Sonny menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.

Ia menyebutkan, pihaknya telah melaporkan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada Kapolri dan Presiden. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan transparan serta tidak boleh dipengaruhi intervensi dari pihak mana pun.

Lebih lanjut, Kapolda Sumut turut menyampaikan empat program prioritas atau Quick Wins Kapolri yang menjadi perhatian bersama, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, melakukan pencegahan serta pemberantasan narkoba, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas kejahatan jalanan, dan mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan perlu terus diperkuat.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus FKN Sumut dari berbagai latar belakang organisasi dan komunitas, di antaranya unsur Jamiyah Batak Muslim Indonesia, Walubi, KKSS, Pemuda Marga Silima, HBB, FKUB, serta perwakilan tokoh masyarakat Sumatera Utara.
(sut/L).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *