MAULID NABI MUHAMMAD SAW & SANTUNI ANAK YATIM DI LAPAS KELAS I MEDAN — Wujud Pembinaan Kerohanian, Kepedulian, dan Sinergi yang Mulia

Berita140 Dilihat

MAULID NABI MUHAMMAD SAW & SANTUNI ANAK YATIM DI LAPAS KELAS I MEDAN — Wujud Pembinaan Kerohanian, Kepedulian, dan Sinergi yang Muli

MEDAN,// BNSTV

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan dengan penuh kehangatan dan keberkahan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, yang dirangkaikan dengan kegiatan mulia pemberian santunan kepada anak yatim. Acara yang sarat makna kebaikan ini berlangsung di lingkungan Lapas Kelas I Medan pada hari Selasa, 15 September 2026, dan dihadiri oleh para petugas pemasyarakatan, Warga Binaan, serta tamu undangan dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial belaka, melainkan wujud nyata komitmen Lapas Kelas I Medan dalam melaksanakan pembinaan kerohanian dan kepribadian bagi seluruh Warga Binaan. Di tengah keterbatasan ruang, suasana keagamaan terasa begitu damai dan menyentuh hati — menjadi bukti bahwa kasih sayang, kepedulian, dan harapan untuk berubah menjadi lebih baik tetap dapat tumbuh dan berkembang di mana pun kita berada.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momen yang sangat berharga untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan akhlak Rasulullah SAW: kasih sayang, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga setiap Warga Binaan yang hadir dapat mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai cermin untuk memperbaiki diri, menata hati, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.

Yang menyentuh hati dalam rangkaian acara ini adalah kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim. Di saat banyak hal yang dimiliki harus dibatasi, semangat berbagi justru tumbuh semakin besar — dari Warga Binaan, petugas, hingga seluruh pihak yang terlibat bahu-membahu menyisihkan sebagian rezeki untuk anak-anak yang membutuhkan.

“Berbagi tidak harus menunggu kaya. Berbagi itu tentang ketulusan hati, dan hari ini, di sini, kita semua belajar untuk tetap peduli, tetap kasih sayang, meskipun dalam keadaan apa pun kita berada.”

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak dibatasi oleh dinding atau status. Justru di sinilah nilai kemanusiaan dan keimanan diuji dan dibuktikan — bahwa hati yang tulus tetap mampu memberi dan berbagi kebahagiaan.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, Amd. S.H., M.H., menyampaikan dengan penuh kelembutan dan harapan:

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana pembentukan karakter bagi kita semua, terutama Warga Binaan. Semoga momen penuh kebersamaan ini membawa kedamaian, mempererat tali silaturahmi, dan menginspirasi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.”

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya soal keamanan dan pengawasan, melainkan juga pembinaan jiwa dan hati — agar setiap orang yang berada di sini dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, bertaqwa, dan bermanfaat bagi sesama.

Menyikapi pelaksanaan kegiatan yang penuh kebaikan ini, Datuk Arifin, Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Setwil Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi dan dukungan yang tulus:

*”Saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya langkah-langkah mulia yang terus dilakukan oleh Lapas Kelas I Medan di bawah kepemimpinan Fonika Affandi beserta seluruh jajarannya. Kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim ini membuktikan bahwa Lapas Kelas I Medan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan belaka, melainkan sangat memperhatikan pembinaan kerohanian, pembentukan karakter, dan kepedulian sosial yang begitu tulus dan menyentuh hati.

Selama ini, banyak hal baik yang telah dilakukan Lapas Kelas I Medan — mulai dari pembinaan yang humanis, pendekatan yang penuh kasih sayang, hingga sinergi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat termasuk dunia pers. Semoga ke depannya, kebaikan-kebaikan ini terus berlanjut, semakin ditingkatkan, dan menjadi teladan bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Kami dari FPII Sumatera Utara akan selalu siap bersinergi dan mendukung setiap kegiatan yang bernilai positif, membangun, dan membawa kebaikan bagi sesama. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberkati setiap langkah kebaikan Lapas Kelas I Medan.”

Berbagai program pembinaan kerohanian dan sosial yang terus digelar oleh Lapas Kelas I Medan menunjukkan bahwa pemasyarakatan sejatinya adalah proses menyelamatkan manusia dan mengembalikan harapan. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, kesabaran, dan ketulusan, bukan tidak mungkin setiap Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dicintai oleh sesama.

Semoga sinergi yang terjalin antara pihak Lapas, dunia pers, dan seluruh elemen masyarakat semakin erat dan saling menguatkan dalam kebaikan bersama. Semoga pula anak-anak yatim yang menerima santunan dapat tumbuh menjadi anak-anak yang berbakti, cerdas, dan menjadi kebanggaan bagi kita semua.

“Meneladani akhlak Rasulullah adalah jalan menuju kebaikan sejati — lembut dalam tutur kata, tulus dalam memberi, dan teguh dalam beriman.”

Burung merpati terbang ke angkasa,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Lapas Kelas I selalu penuh berkah
Kegiatan mulia selalu kami sanjung tinggi.

Bunga mawar mekar di taman,
Warnanya merah harum tiada duanya.
Lapas Medan membina dengan lembut dan sopan,
Hasilnya baik dan bermanfaat kedepan.

Anak kecil bermain di kali,
Mencari ikan di waktu pagi.
Dari FPII kami mendoakan tulus hati,
Semoga Lapas Medan jaya dan diberkati.

Pergi ke pasar membeli benang,
Benang dianyam menjadi bahan.
Langkah kebaikan terus di kenang,
Lapas Kelas I Medan selalu di dalam lindungan Tuhan.
(sut/L).