Pemerintah Daerah Sosialisasi EHRA di Humbang Hasundutan

Pemerintahan53 Dilihat

Doloksanggul, busernusantarasorottv.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar sosialisasi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan di Aula Huta Mas, Doloksanggul, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi kondisi sanitasi dan risiko kesehatan lingkungan sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

 

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, menegaskan bahwa sosialisasi EHRA memiliki peran penting untuk menyamakan pemahaman tim kerja, perangkat daerah, serta pihak terkait mengenai konsep, tujuan, dan ruang lingkup pelaksanaan studi tersebut.

 

Menurut Bupati, data yang diperoleh melalui studi EHRA diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan mengembangkan program sanitasi, sekaligus mendukung upaya advokasi mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.

 

Studi EHRA di Kabupaten Humbang Hasundutan direncanakan mencakup 34 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Hasilnya akan dimanfaatkan oleh Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten sebagai salah satu bahan penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten.

 

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa persoalan sanitasi tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, hingga peningkatan kesehatan masyarakat.

 

Karena itu, seluruh kelompok kerja sanitasi diharapkan membangun koordinasi dan kerja sama yang efektif. Bupati turut meminta para camat serta kepala desa dan lurah agar memberikan dukungan penuh dengan menyosialisasikan pelaksanaan studi EHRA kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

 

Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar data yang dikumpulkan dapat menggambarkan kondisi lingkungan dan perilaku sanitasi rumah tangga secara lebih akurat. Dengan demikian, program yang dirancang pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah instansi terkait turut menyampaikan paparan, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Pemaparan ini diharapkan memperkuat pemahaman teknis peserta mengenai pelaksanaan studi serta pemanfaatan hasilnya dalam perencanaan pembangunan sanitasi.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Humbang Hasundutan, Alexander Gultom, menjelaskan bahwa studi EHRA merupakan survei partisipatif di tingkat kabupaten/kota untuk mengetahui kondisi fasilitas sanitasi, higiene, serta perilaku masyarakat dalam kehidupan rumah tangga.

 

Aspek yang menjadi perhatian dalam studi tersebut meliputi layanan pembuangan, saluran pembuangan air, drainase lingkungan, serta sumber air bersih. Informasi yang diperoleh akan membantu pemerintah mengidentifikasi faktor risiko kesehatan lingkungan dan menentukan prioritas penanganan sanitasi.

 

Melalui pelaksanaan studi EHRA, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap tersedianya data yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai landasan perencanaan program sanitasi yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan serta derajat kesehatan masyarakat.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Christison Rudianto Marbun, Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, serta para pimpinan perangkat daerah terkait.(Lincuan siregar)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan