Pentas Budaya Batak Toba Dorong Kreativitas dan Karakter Siswa Humbahas

Pemerintahan4 Dilihat

Doloksanggul, busernusantarasorottv.com – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya Batak Toba melalui dunia pendidikan. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pergelaran Budaya Adat yang dilaksanakan di UPT SD Negeri 018 Aek Lung, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar itu menjadi momentum penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini. Berbagai penampilan seni dan budaya tradisional ditampilkan oleh para siswa sebagai bentuk kreativitas sekaligus upaya memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Batak Toba kepada generasi penerus.

Dalam sambutan Bupati Humbang Hasundutan yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan, Pemerintah Kabupaten Humbahas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai budaya Batak Toba yang sarat dengan semangat gotong royong, sopan santun, rasa hormat, kerja keras, dan kebersamaan harus terus diwariskan kepada generasi muda,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Humbahas juga menegaskan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, generasi muda harus tetap memiliki identitas budaya yang kuat. Kemajuan zaman tidak boleh mengikis nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat Batak Toba.

Karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan edukatif. Pergelaran budaya seperti ini dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk mengenalkan tradisi kepada anak-anak sekaligus membangun rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.

Selain sebagai wadah pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas, bakat, serta meningkatkan rasa percaya diri. Melalui berbagai penampilan seni dan budaya, para siswa belajar bekerja sama, berkolaborasi, dan menghargai keberagaman kemampuan yang dimiliki masing-masing.

Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi dan karakteristiknya. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berakar pada budaya bangsa.

Kepala UPT SD Negeri 018 Aek Lung menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya Bupati Humbahas, atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan pergelaran budaya adat dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda rutin di lingkungan sekolah, sehingga para siswa semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Batak Toba.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya di wilayah Humbahas. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya lokal dapat berjalan lebih luas dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, pelestarian budaya Batak Toba diharapkan semakin kokoh sekaligus menjadi fondasi dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang kaya akan nilai budaya dan tradisi.

(Mannen Lubis)