Polda Sumut Apresiasi Pengendara Tertib dengan Membagikan Snack Selama Operasi Patuh Toba 2026

Berita498 Dilihat

Polda Sumut Apresiasi Pengendara Tertib dengan Membagikan Snack Selama Operasi Patuh Toba 2026

Medan,// BNSTV

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara menghadirkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 dengan memberikan apresiasi berupa makanan ringan dan minuman kepada pengendara yang tertib serta memenuhi kelengkapan berkendara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya mendorong masyarakat agar semakin disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam berlalu lintas.

Di sisi lain, petugas tetap melakukan penegakan hukum terhadap pengendara yang tidak mematuhi aturan, baik melalui pemberian teguran maupun penindakan berupa tilang sesuai jenis pelanggaran yang ditemukan.

Hingga hari kesebelas pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumatera Utara mencatat sebanyak 20.749 kegiatan teguran dan penindakan.

Berdasarkan data Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Lantas Polda Sumut, jumlah tersebut terdiri atas 18.932 teguran, 1.560 tilang manual, dan 257 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Sementara penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.

Khusus pada hari kesebelas, tercatat 4.934 kegiatan, terdiri atas 4.695 teguran, 215 tilang manual, dan 24 penindakan melalui ETLE Mobile. Jumlah tersebut meningkat 131,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 2.132 kegiatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan, pendekatan pemberian apresiasi kepada pengendara yang patuh merupakan salah satu cara membangun hubungan positif antara polisi dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran berlalu lintas.

“Operasi Patuh bukan hanya tentang penindakan terhadap pelanggaran. Kami juga ingin memberikan penghargaan kepada masyarakat yang sudah tertib dan mematuhi aturan. Pemberian snack dan minuman merupakan bentuk apresiasi sederhana agar masyarakat semakin termotivasi untuk menjaga keselamatan saat berkendara,” ujar Ferry.

Menurutnya, pendekatan tersebut berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Pengendara yang belum mematuhi ketentuan tetap diberikan teguran maupun tindakan sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diingatkan ketika melakukan kesalahan, tetapi juga diberikan penghargaan ketika menunjukkan perilaku tertib di jalan raya.

Selain kegiatan penegakan hukum, Polda Sumut juga mengintensifkan edukasi keselamatan melalui penyuluhan kepada pelajar, orang tua, komunitas kendaraan bermotor, pengemudi ojek daring, kurir dan pengguna transportasi lainnya.

Materi edukasi meliputi penggunaan helm berstandar SNI, pemakaian sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas serta bahaya melawan arus dan berkendara melebihi batas kecepatan.

Sementara upaya preventif dilakukan melalui pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di sejumlah titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas.

Ferry menegaskan, keberhasilan Operasi Patuh Toba tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan tanpa harus menunggu kehadiran petugas.

“Kami ingin membangun budaya bahwa pengendara yang tertib patut diapresiasi, sedangkan pelanggaran tetap harus diberikan teguran atau tindakan sesuai ketentuan. Tujuan akhirnya adalah keselamatan bersama, sehingga setiap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” katanya.

Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Operasi Patuh Toba 2026 dengan melengkapi surat dan perlengkapan kendaraan, mematuhi rambu-rambu, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Operasi Patuh Toba 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, sebagai upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.
(sut/L).