Polda Sumut Intensifkan Edukasi Humanis, 14.237 Pengendara Diberi Tilang Teguran

Berita106 Dilihat
banner 468x60

Polda Sumut Intensifkan Edukasi Humanis, 14.237 Pengendara Diberi Tilang Teguran

Medan,// BNSTV

banner 336x280

Pendekatan edukatif dan penegakan hukum secara humanis terus dikedepankan Polda Sumatera Utara dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026. Hingga hari kesepuluh, jajaran Polda Sumut telah mencatat 15.815 kegiatan teguran dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.237 merupakan teguran kepada pengendara, 1.345 penindakan melalui tilang manual, serta 233 penindakan menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Sementara penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.

Data tersebut menunjukkan bahwa teguran menjadi pendekatan yang paling dominan dalam pelaksanaan operasi, sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dan memahami pentingnya keselamatan saat berkendara.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan Operasi Patuh Toba 2026 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui kombinasi edukasi, pencegahan dan penegakan hukum.

“Penegakan hukum tetap dilaksanakan, tetapi kami juga mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Melalui teguran, masyarakat diingatkan untuk memperbaiki perilaku berkendara sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi,” ujar Ferry di Medan, Kamis.

Ia menjelaskan, upaya membangun kesadaran berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penindakan di jalan raya, tetapi juga menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan preemtif, personel memberikan penyuluhan kepada pelajar dan orang tua, melakukan sosialisasi di terminal, pasar, kampus, kawasan industri dan perkantoran, serta berdialog dengan pengemudi ojek daring, kurir, komunitas kendaraan bermotor dan pengemudi angkutan.

Materi edukasi meliputi penggunaan helm berstandar SNI, sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, bahaya melawan arus, serta pentingnya mematuhi batas kecepatan.

Sementara pada aspek preventif, Polda Sumut mengintensifkan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di sejumlah titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran. Personel juga melakukan pemantauan kondisi jalan, rambu dan marka serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Ferry menegaskan, meningkatnya jumlah kegiatan teguran dan penindakan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya bukan semata-mata menjadi ukuran keberhasilan operasi. Hal yang lebih penting adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan menunggu ada petugas atau operasi baru tertib berlalu lintas. Gunakan helm, kenakan sabuk pengaman, patuhi rambu dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.

Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Operasi Patuh Toba 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Melalui operasi ini, diharapkan tercipta budaya berlalu lintas yang lebih disiplin, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.
(sut/L).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *