Polsek Panei Tongah Ungkap Ladang Ganja, 12 Batang Diamankan

Berita9 Dilihat
banner 468x60

Polsek Panei Tongah Ungkap Ladang Ganja, 12 Batang Diamankan

Simalungun,// BNSTV

banner 336x280

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui Polsek Panei Tongah, Polres Simalungun, mengungkap keberadaan ladang tanaman ganja yang ditanam secara diam-diam di Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial Deking Sinaga (47) serta 12 batang tanaman ganja yang ditemukan di ladang miliknya.

Kanit Reskrim Polsek Panei Tongah Ipda R. Siahaan, S.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya tanaman yang diduga ganja di sebuah ladang di wilayah tersebut.

“Ini merupakan keberhasilan Polsek Panei Tongah dalam melakukan penindakan tindak pidana narkotika jenis ganja di wilayah Nagori Simpang Raya Dasma,” ujar Ipda R. Siahaan saat dikonfirmasi awak media, Rabu (7/10), sekitar pukul 17.48 WIB.

Ia menjelaskan, informasi tersebut diterima Kapolsek Panei Tongah AKP Daniel J. Damanik, S.H., pada Senin (5/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Warga melaporkan adanya tanaman ganja di ladang yang diduga milik Deking Sinaga.

“Kami mendapat informasi dari warga masyarakat bahwa ada ditemukan tanaman ganja di ladang milik diduga pelaku atas nama Deking Sinaga,” katanya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Panei Tongah kemudian memerintahkan Kanit Reskrim bersama Kanit Intel Ipda Girsang Sinaga dan sejumlah personel untuk melakukan penyelidikan guna memastikan laporan masyarakat tersebut.

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas bersama Kanit Intel dan didampingi Gamot Huta Gortak Ewin Sitio tiba di lokasi yang dilaporkan. Dari hasil pengecekan, petugas menemukan tanaman yang diduga merupakan ganja.

“Sekira pukul 16.00 WIB, kami bersama Kanit Intel, didampingi Gamot Huta Gortak Ewin Sitio, tiba di TKP dan benar ditemukan jenis tanaman ganja di ladang milik diduga pelaku,” ungkap Ipda R. Siahaan.

Setelah memastikan temuan tersebut, petugas melaporkannya kepada Kapolsek Panei Tongah. Selanjutnya, Kapolsek bersama anggota mendatangi kediaman Deking Sinaga dengan didampingi Pangulu Nagori Marjandi Embong Budi Sinaga.

Deking Sinaga kemudian dibawa ke lokasi ladang untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam interogasi di lokasi, yang bersangkutan mengakui telah menanam tanaman ganja tersebut secara sengaja.

“Kapolsek beserta anggota berangkat menuju rumah diduga pelaku didampingi Pangulu Marjandi Embong, kemudian membawa pelaku menuju lokasi ladang,” kata Ipda R. Siahaan.

Dari hasil pemeriksaan, Deking Sinaga menunjukkan keberadaan tanaman ganja yang ditanam secara terpisah di sejumlah titik di ladang tersebut. Polisi menemukan sebanyak 12 batang tanaman ganja.

“Pelaku mengakui perbuatannya menanam ganja secara sengaja, dan menunjukkan 12 batang tanaman ganja yang ditanam secara terpisah di ladangnya,” ujarnya.

Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Charles Hartono Nababan, S.H. Sekitar pukul 18.00 WIB, personel Satnarkoba bersama anggota Polsek Panei Tongah tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Personel Satnarkoba dan Polsek Panei Tongah bersama-sama mencabut 12 batang tanaman ganja tersebut untuk diamankan sebagai barang bukti,” kata Ipda R. Siahaan.

Selanjutnya, Deking Sinaga bersama barang bukti dibawa dan diamankan ke Kantor Polsek Panei Tongah untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sebelum penanganan perkara dilanjutkan oleh Satnarkoba Polres Simalungun sesuai mekanisme yang berlaku.

“Diduga pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke kantor Polsek Panei Tongah guna proses selanjutnya,” ujarnya.

Ipda R. Siahaan menegaskan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian mengenai dugaan aktivitas terkait narkotika di lingkungan mereka.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kepedulian dan kepekaan warga yang segera melaporkan temuan mencurigakan kepada kami,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian mengungkap peredaran dan penyalahgunaan narkotika hingga ke wilayah pedesaan.

Pengungkapan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mencegah peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Simalungun.
(sut/L).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *