Satreskrim Polrestabes Medan Ungkap Penjualan BBM Subsidi ke Pabrik Beton, Truk Tangki Dimodifikasi

Berita844 Dilihat
banner 468x60

Satreskrim Polrestabes Medan Ungkap Penjualan BBM Subsidi ke Pabrik Beton, Truk Tangki Dimodifikasi

Medan,// BNSTV

banner 336x280

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (27/10/2026) malam. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang sopir truk yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mengangkut BBM jenis bio solar.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan personel Satreskrim Polrestabes Medan setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas sebuah truk yang memiliki lebih dari satu tangki bahan bakar.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendapati truk jenis dump tersebut melintas di Jalan Medan–Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Petugas kemudian mengamankan MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5, Medan, yang mengemudikan truk tersebut. Dari kendaraan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa 150 liter BBM jenis bio solar.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengatakan truk tersebut telah dimodifikasi dengan penambahan tangki untuk meningkatkan kapasitas angkut BBM.

“Kami amankan truk, dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ungkap Calvijn.

Setelah mengamankan sopir, petugas menelusuri lokasi penjualan BBM bersubsidi tersebut. Berdasarkan keterangan MR, BBM yang diangkutnya selama ini rutin dijual ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal.

“BBM dijual ke pabrik, dengan harga lebih dari Rp.8 ribu. BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik” tambah Rafli.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi masih menelusuri pihak di lingkungan pabrik yang diduga berkomunikasi dengan pelaku terkait pemesanan dan pembayaran BBM. Petugas juga mendalami asal-usul BBM bersubsidi yang dijual tersebut.

“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami. Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya dimana BBM itu didapat pelaku. Mohom doanya, agar kami bisa ungkap secara menyeluruh,” pungkas Calvijn.

Polrestabes Medan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat serta menelusuri jalur perolehan BBM bersubsidi tersebut.
(sut/L).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *