Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan

Pemerintahan206 Dilihat
banner 468x60

Medan| Tanjungbalai, busernusantarasorottv.com – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan laju inflasi di daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Provinsi Sumatera Utara dan Launching Kampus Mandiri Pangan”, yang berlangsung di Kampus Polbangtan Medan, Jalan Binjai Km. 10, Medan, Rabu (21/10/2026)

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, Ketua TP-PKK Tanjungbalai Ny Mashandayani Mahyaruddin dan Staf Ahli TP-PKK Ny Desi Fadly Abdina turut hadir mengikuti kegiatan bersama seluruh civitas akademika, petani, penyuluh, para akademisi, serta para pemangku kepentingan baik yang hadir langsung maupun hadir secara daring.

banner 336x280

Tidak hanya gerakan tanam (Gertam) cabai serentak, di saat yang bersamaan juga diselenggarakan gerakan tanam padi serentak pada 20 kabupaten dan kota se Sumatera Utara dengan luas lahan 1.029 Ha dilakukan secara live streaming. Hal ini bertujuan untuk memperkuat potensi dari masing-masing daerah.

Acara dimulai dengan penyambutan dan persiapan peserta menuju lokasi kegiatan. Puncak kegiatan adalah pelaksanaan Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Provinsi Sumatera Utara dan peluncuran resmi Kampus Mandiri Pangan Polbangtan Medan.

Setelah Launching dilakukan juga penandatanganan MoU antara Polbangtan Medan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara terkait Tridarma Perguruan Tinggi dan pelaksanaan kegiatan swasembada pangan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan inflasi Indonesia per September 2026 terkendali di level 3,28% (atau sekitar 3% secara umum), dengan strategi utama menekan tekanan harga pangan melalui stabilitas pasokan serta penindakan tegas terhadap praktik mafia pangan yang mempermainkan rantai distribusi.

“Kami juga mendukung peluncuran Kampus Mandiri Pangan yang di inisiasi oleh Polbangtan Medan. Kampus Mandiri Pangan bukan sekadar program, melainkan langkah strategis mencetak generasi muda yang tidak hanya paham teori pertanian, tetapi mampu beraksi langsung di lahan. Pertanian adalah masa depan, dan generasi muda adalah pemegang kuncinya,” kata Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa Polbangtan sebagai garda terdepan pendidikan vokasi pertanian harus terus berinovasi. Kampus Mandiri Pangan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pertanian bisa sekaligus menjadi solusi nyata bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kapusdiktan, Muhammad Amin menyampaikan melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar bertani, tetapi belajar membangun kemandirian.

“Lahan pertanian di kampus adalah ruang belajar sekaligus ruang produksi yang nyata,” kata Amin.

Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Pj. Sekda Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direktur Polbangtan Medan atas pengembangan inovasi terbaik yang dilakukan oleh mahasiswa Polbangtan Medan yaitu menanam padi di atas kolam dan pengembangan SDM barista kopi Polbangtan Medan. Kegiatan ini memiliki makna strategis, tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tapi juga mencetak SDM pertanian yang unggul.

“Melalui gerakan tanam cabai serentak ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah, lahan perkantoran, lingkungan sekolah dan berbagai lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif. Kita ingin membangun budaya menanam yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan di kehidupan sehari-hari,” kata Timur.

“Pada kesempatan ini, kita juga melaksanakan launching Kampus Mandiri Pangan. Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengungkapkan bahwa tantangan pembangunan pertanian tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja melainkan diperlukan kerja sama lintas sektor dan komprehensif.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya terwujud dalam kegiatan tanam cabai, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan untuk meningkatkan SDM agar mampu mengembangkan berbagai komoditas strategis, pendampingan petani, penguatan penyuluhan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan pemberdayaan generasi muda,” kata Nurliana.

Program Kampus Mandiri Pangan memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Gagasan Kampus Mandiri Pangan berangkat dari pemikiran bahwa kampus pertanian seharusnya bisa menjadi contoh nyata dalam membangun kemandirian pangan.

Polbangtan Medan tidak cukup hanya mengajarkan teori tentang budidaya tanaman, teknologi produksi, pengelolaan usaha tani, dan ketahanan pangan. Semua pengetahuan tersebut harus diwujudkan dalam praktik yang dapat dilihat, dipelajari, dikembangkan, dan dirasakan manfaatnya.

Kampus Mandiri Pangan merupakan salah satu wujud dari penerapan pembelajaran dengan metode TEFA untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai ekosistem pertanian produktif, tempat kegiatan pendidikan, penelitian terapan, praktik mahasiswa, inovasi teknologi, dan produksi pangan saling terintegrasi.

Di lahan TEFA tersedia berbagai komoditi mulai padi sawah, padi gogo dimana IP bisa mencapai 3 dengan varietas Inpago-8, padi rawa dan padi apung. Selain itu juga dibudidayakan berbagai komoditi hortikultura seperti cabai merah, berbagai sayuran dan juga ikan sebagai penyedia protein. Hasil ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa di asrama dan untuk pegawai bahkan ke pasar di luar kampus.

“Inilah kemandirian pangan yang sesungguhnya. Melalui konsep ini, lahan dan fasilitas kampus diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang produksi berbagai komoditas pangan yang sesuai dengan potensilahan dan kebutuhan kampus. Komoditas pangan yang dikembangkan secara bertahapdengan menerapkan teknologi budidaya yang tepat, efisien, produktif, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar merencanakan produksi, menerapkan teknologi, mengelola usaha tani, menganalisis usaha tani, serta memahami rantai nilai pertanian.

Kedepannya, Kampus Mandiri Pangan diharapkan berkembang menjadi model pembelajaran vokasi pertanianyang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan praktik baik dengan masyarakat sekitar. (Jonpiter hasibuan)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *