Bupati Humbahas Dukung Rencana PPRPI Bangun Monumen di Tao Sipinggan

Pemerintahan25 Dilihat
banner 468x60

Bupati Humbahas Dukung Rencana PPRPI Bangun Monumen di Tao Sipinggan

 

banner 336x280

DOLOKSANGGUL – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH menerima audiensi pengurus Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sabar H. Purba serta Kepala Bagian Kesra Hanaya Simamora. Sementara dari jajaran PPRPI hadir Anthony Pasaribu, Berto Pasaribu, Junjungan Pasaribu bersama sejumlah pengurus PPRPI Kabupaten Humbahas.

 

Audiensi tersebut membahas rencana PPRPI dalam melestarikan salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi keturunan marga Pasaribu, khususnya Tao Sipinggan yang berada di Desa Pargaulan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas.

 

Anthony Pasaribu menyampaikan apresiasi atas penerimaan Bupati Humbahas beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa PPRPI berencana membangun sebuah monumen atau tugu di kawasan Tao Sipinggan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus untuk mengenang sejarah terbentuknya kawasan tersebut.

 

Menurut penuturan sejarah dan cerita yang berkembang di kalangan keturunan Pasaribu, Sipinggan disebut sebagai tempat kelahiran Saribu Raja III (Pasaribu). Karena itu, keberadaan Tao Sipinggan dinilai memiliki nilai historis dan budaya yang penting untuk dipelihara serta dilestarikan.

 

Selain sebagai situs yang berkaitan dengan sejarah leluhur, kawasan Tao Sipinggan juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Untuk itu, diperlukan perhatian dan sinergi antara pemerintah, keturunan marga Pasaribu serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

 

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan menyatakan menyambut baik gagasan pembangunan monumen di Tao Sipinggan.

 

Bupati menekankan bahwa pembangunan monumen yang membawa nilai sejarah dan budaya membutuhkan semangat kebersamaan dari seluruh pihak. Menurutnya, persatuan dan gotong royong menjadi modal penting agar rencana pembangunan dapat terlaksana dengan baik.

 

“Pembangunan monumen harus dilakukan dengan kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong. Dukungan masyarakat sekitar juga sangat penting karena kawasan Tao Sipinggan berada di tengah lingkungan masyarakat,” demikian pesan Bupati.

 

Bupati berharap rencana tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah leluhur, tetapi juga dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat serta mendukung upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan.(Lincuan siregar)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *