FGD Agroforestry Humbahas Dorong Hilirisasi HHBK dan Ekonomi Berkelanjutan Daerah

Pemerintahan73 Dilihat
banner 468x60

Perkuat Ekonomi Hijau, Bupati Humbahas Apresiasi FGD Penguatan Ekosistem Agroforestry dan Hilirisasi HHBK

Doloksanggul, busernusantarasorottv.com – Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH memberikan apresiasi atas pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem Agroforestry dan Hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti kemenyan, nilam, dan damar yang digelar secara virtual, 3 Juni 2026.

banner 336x280

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor agroforestry yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah melalui hilirisasi industri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Oloan Paniaran Nababan menegaskan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi yang sangat besar di sektor kehutanan dan agroforestry. Berbagai komoditas unggulan seperti kemenyan, nilam, kopi, andaliman, serta berbagai jenis HHBK lainnya telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi, sosial, serta ekologis yang sangat strategis.

Menurutnya, keberadaan sumber daya alam tersebut harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

“Humbang Hasundutan memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Komoditas seperti kemenyan, nilam, kopi, andaliman, dan berbagai hasil hutan bukan kayu lainnya merupakan potensi unggulan yang harus terus dikembangkan melalui pendekatan agroforestry yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pengembangan ekosistem agroforestry tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, konservasi hutan, serta mempertahankan kearifan lokal masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.

Bupati Oloan menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus mendorong hilirisasi produk-produk HHBK melalui penguatan industri pengolahan, peningkatan kualitas hasil produksi, perluasan akses pasar, hingga pengurusan sertifikasi produk agar mampu memenuhi standar nasional maupun internasional.

Langkah tersebut dinilai penting agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memberikan keuntungan lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha lokal.

“Kita ingin hasil hutan bukan kayu dari Humbang Hasundutan tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu menjadi produk olahan yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, hilirisasi harus terus diperkuat melalui kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan bagi kelompok tani dan pelaku usaha, serta membuka peluang kerja sama investasi yang dapat mendorong tumbuhnya industri berbasis HHBK di wilayah Humbang Hasundutan.

Bupati menilai, konsep ekonomi hijau yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan merupakan strategi pembangunan yang sangat relevan bagi Kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, daerah ini memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan agroforestry dan industri HHBK di Sumatera Utara.

FGD Penguatan Ekosistem Agroforestry dan Hilirisasi HHBK tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat, akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor nasional. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama, pertukaran gagasan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan dan pengembangan hasil hutan bukan kayu di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekonomi hijau berbasis potensi lokal, sekaligus menjadikan agroforestry sebagai salah satu pilar pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Mannen Lubis)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *