Pembahasan dan Penetapan APBD Diharapkan Terus Dipertahankan pada Masa Mendatang

Pemerintahan437 Dilihat
banner 468x60

 

Samosir,busernusantarasorottv.com-Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon menyampaikan bahwa pembahasan dan penetapan APBD secara tepat waktu diharapkan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan daerah dapat berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.

banner 336x280

 

Nasip menjelaskan, Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026 telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat atas, termasuk adanya tambahan dana transfer. Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pemerintah daerah dalam memenuhi aspirasi masyarakat dengan tetap mengacu pada prioritas pembangunan.

 

Mengenai penyertaan modal daerah pada Bank Sumut, DPRD Samosir menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kepemilikan saham Kabupaten Samosir di Bank Sumut. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Berbagai saran dan masukan yang disampaikan selama proses pembahasan hendaknya menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pelaksanaan pembangunan pada masa mendatang,” ujar Nasip.

 

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Samosir segera merealisasikan berbagai program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Hal tersebut dinilai penting mengingat waktu pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang tersisa relatif terbatas, sehingga penggunaan anggaran dapat dilakukan secara tepat waktu, efektif dan tepat sasaran.

 

Dengan ditetapkannya kedua Peraturan Daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan daerah. Kerja sama tersebut diperlukan agar seluruh program dapat dilaksanakan sesuai perencanaan, ketentuan yang berlaku serta kebutuhan masyarakat.

 

Di sisi lain, potensi alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat Samosir dinilai memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut semakin mendapat perhatian setelah kawasan Danau Toba memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

 

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pengakuan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan potensi daerah mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

 

Teuku Riefky juga menyebut Sumatera Utara sebagai salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong berbagai program pengembangan talenta kreatif di Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Samosir.

 

“Kami ingin Sumatera Utara melahirkan semakin banyak talenta yang membanggakan daerahnya dan menjadi kekuatan baru musik Indonesia di panggung dunia,” katanya.

 

Ia mengajak masyarakat untuk memperkenalkan Toba melalui kekayaan alam, kreativitas serta karya seni yang dimiliki. Menurutnya, kekuatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Danau Toba kepada masyarakat dunia.

 

“Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya,” ujar Teuku Riefky.

 

Penutupan Toba Caldera Culture Festival 2026 berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan budaya Batak, termasuk penampilan seruling massal dari SMP Negeri 1 Pangururan. Lagu “O Tano Batak” turut menggema di tepian Danau Toba melalui penampilan Maria Calista. Lagu tersebut membawa pesan mengenai kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan masyarakat Batak.

 

Rangkaian penutupan festival juga ditandai dengan penyerahan piagam, medali dan piala kepada para pemenang SICC 2026. Kemeriahan semakin terasa ketika Menteri Ekonomi Kreatif bersama para peserta meneriakkan yel-yel “From Toba to the World – Gema Toba.”

 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon dan jajaran Forkopimda kemudian menyerahkan ulos kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

 

Nasip Simbolon mengatakan pemberian ulos merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kasih masyarakat Samosir kepada para tamu yang hadir.

 

“Ulos ini sebagai tanda cinta dan penghormatan. Semoga memberikan kehangatan dan kesehatan di mana pun Bapak Menteri menjalankan tugas,” kata Nasip.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Terang Dewi Susantri Ujung, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara, lanjutnya, menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan yang melampaui batas wilayah maupun bahasa.

 

“Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang beridentitas budaya dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan festival. Hal itu ditunjukkan melalui penanaman bibit pohon serta penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem Danau Toba.

 

Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan sejak awal kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka ruang dan peluang bagi generasi muda.

 

Menurut Mora, musik dan paduan suara menjadi media yang mampu mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara, sekaligus membuka jejaring baru bagi Samosir.

 

“Dalam pelayanan dan kebutuhan teknis di lapangan, kami merasakan besarnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kerja bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah,” kata Mora.

 

Ia berharap SICC dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak kelompok paduan suara dari berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara. Mora juga berharap para peserta dan juri internasional yang telah berkunjung ke Samosir dapat membawa cerita mengenai daerah tersebut ke jaringan mereka masing-masing.

(Jhones turnip)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *