Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkot Cirebon Akselerasi Pencegahan Stunting Menuju Zero Stunting 2030

Pemerintahan140 Dilihat
banner 468x60

 

Cirebon, Busernusantarasorottv.com — Pemerintah Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang semakin terarah, Pemkot Cirebon mendorong agar upaya penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak.

banner 336x280

 

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar di Bapperida Kota Cirebon, Kamis (13/8/2026).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa persoalan stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan anak, melainkan bagian penting dari agenda menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing.

 

Menurutnya, langkah percepatan penurunan stunting di daerah juga menjadi bagian dari dukungan terhadap arah kebijakan nasional.

 

“Sesuai program prioritas Bapak Presiden Prabowo dalam strategi nasional, penanganan stunting menjadi perhatian penting untuk menyiapkan generasi yang akan datang, sehingga ke depan kita dapat menuju zero stunting,” ujarnya.

 

Data semester I tahun 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Cirebon berada pada angka 14,13 persen. Angka tersebut masih membutuhkan upaya penguatan agar dapat mencapai target 13,05 persen pada 2026, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju target jangka panjang zero stunting pada 2030.

Pencegahan Dimulai Sejak Dini

 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kota Cirebon, Sutikno, menekankan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya setelah seorang anak lahir. Intervensi harus dimulai sejak remaja, masa kehamilan, persalinan, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

 

“Stunting ini bisa dicegah. Karena itu, 1.000 hari pertama harus benar-benar dijaga dan masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi serta pelayanan yang sesuai,” katanya.

 

Karena itu, penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu kunci. Salah satunya melalui pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) secara rutin di fasilitas kesehatan, minimal enam kali selama masa kehamilan.

 

Pemeriksaan tersebut menjadi sarana penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin. Dengan pemantauan yang konsisten, berbagai risiko dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Perkuat Imunisasi dan Pemantauan Tumbuh Kembang

 

Intervensi juga diarahkan pada pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak. Pada Agustus 2026, penguatan perlindungan kesehatan anak usia sekolah turut dilakukan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

 

Di sisi lain, kunjungan rutin ke Posyandu menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak tetap terpantau. Melalui pemantauan berkala, potensi gangguan pertumbuhan dapat diketahui sedini mungkin sehingga intervensi tidak terlambat.

 

Pemkot Cirebon juga terus memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui berbagai program. Salah satunya dukungan pemerintah pusat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.

 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat asupan gizi kelompok yang memiliki peran penting dalam menciptakan generasi sehat.

 

Selain itu, Pemkot Cirebon menjalankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita dengan masalah gizi melalui Puskesmas. Edukasi kepada keluarga juga terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

 

Keluarga Menjadi Garda Terdepan

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, lembaga terkait, hingga keluarga memiliki peran yang saling melengkapi.

 

Pemerintah Kota Cirebon mendorong agar masyarakat tidak menunggu sampai seorang anak mengalami stunting untuk melakukan tindakan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kehamilan, dengan memastikan calon orang tua memiliki pengetahuan dan kondisi kesehatan yang baik.

 

Keluarga pun diharapkan semakin aktif memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang telah tersedia. Pemeriksaan kehamilan, imunisasi, kunjungan Posyandu, pemantauan pertumbuhan, serta pemenuhan kebutuhan gizi merupakan langkah sederhana namun strategis dalam menjaga tumbuh kembang anak.

 

Dengan kolaborasi yang semakin kuat dan intervensi yang tepat sasaran, Pemkot Cirebon optimistis upaya menurunkan angka stunting dapat terus dipercepat. Target penurunan menjadi 13,05 persen pada 2026 menjadi salah satu tahapan penting menuju cita-cita yang lebih besar, yakni mewujudkan generasi Kota Cirebon yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari stunting pada 2030.

 

Pencegahan stunting dimulai dari keluarga. Ketika intervensi dilakukan sejak dini, layanan dimanfaatkan secara optimal, dan seluruh sektor bergerak bersama, masa depan generasi Cirebon yang sehat dan berkualitas semakin dekat untuk diwujudkan.

 

(ADV) (Bam)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *