Pemkab Asahan Dorong Stabilitas Harga Sawit, Bupati Gelar Pertemuan dengan Pimpinan PKS

Pemerintahan362 Dilihat
banner 468x60

Asahan,busernusantarasorottv.com – Pemerintah Kabupaten Asahan mengambil langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dengan menggelar rapat evaluasi bersama para pemangku kepentingan di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Kamis (4/6/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., dan dihadiri Wakil Bupati Asahan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Asahan.

Dalam arahannya, Bupati Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi terkait perkembangan harga sawit yang saat ini menjadi perhatian utama para petani. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan agar harga TBS yang diterima petani tetap berada pada tingkat yang wajar.

banner 336x280

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan harga acuan TBS kelapa sawit sebesar Rp3.252 per kilogram. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat berupaya menjaga harga di lapangan agar tidak terpaut terlalu jauh dari ketentuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, harga TBS di Kabupaten Asahan pada akhir Mei 2026 masih berada di kisaran Rp2.580 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama mengingat selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga acuan provinsi.

“Petani merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah. Karena itu, kami berharap harga yang diterima petani dapat lebih mendekati harga yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kesejahteraan mereka dapat terus meningkat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., mengajak seluruh perusahaan kelapa sawit untuk berperan aktif dalam mengawasi mekanisme pembelian TBS di tingkat lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga praktik perdagangan yang sehat dan berkeadilan bagi petani.

Menurutnya, agen maupun pengepul yang bekerja sama dengan perusahaan diharapkan tidak melakukan pembelian dengan harga yang merugikan petani. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas harga yang berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan pimpinan PKS menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait harga TBS. Namun demikian, mereka juga menyampaikan bahwa harga pembelian tetap akan mempertimbangkan kondisi operasional dan kapasitas masing-masing pabrik.

Para pelaku usaha juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Mereka berharap komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan petani dapat terus terjalin guna menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan.(Lincuan Siregar)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *