Pemdes Karya Pelita Gelar Musyawara Bersama Dengan Unsur Tripika, Dan Tokoh Masyarakat Mencari Solusi Megantisipasi Banjir

Berita29 Views

 

Marga Sakti Sebelat B/U : busernusantarasorottv.com : Salah Satu Langka Kongkrit Untuk Mengantisipasi Banjir Di Musim Hujan, Adalah Menormalisasi Saluran Air, Diantaranya Selain Memperbaiki Dranace/Siring Misalnya, Atau Buat Gorong Gorong Agar Hujan Tidak Terjadi Banjir Hingga Masuk Ke Pemungkiman Warga.

 

Seperti Yang Terjadi Di RT 9 Dusun Tiga 3 Desa Karya Pelita Pemungkiman Warga Yang Menjadi Langganan Banjir Setiap Hujan.

 

Musyawara ini Bertujuan Untuk Mencari Solusi Terkait Kondisi Jalan Yang Setiap Musim Hujan Selalu Membuat Warga Khawatir Dan Cemas, Bagaimana Tidak Khawatir, Menurut Pengakuan Warga, Karena Setiap Hujan Turun Pasti Banjir Dan Masuk Kedalam Rumah, Hingga Menghanyutkan Perabotan Yang Dalam Rumah.

Dari Hasil Musyawara, Muncul Kesimpulan Bersama Untuk Mengantisipasi Banjir Tersebut Solusinya Harus Di Buat Jembatan Atau Gorong Gorong.

Hal Tersebut Disampaikan Mustika Ferdino,ST Kepala Desa Karya Pelita Saat Di Konfirmasi Oleh Wartawan Media ini 10-10-2025.

 

Lebih Lanjut Kades Menyatakan, ia Berharap Dan Meminta Kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu Untuk Membuat Gorong Gorong Dilokasi Banjir Tersebut, Mumpung Jalan ini Belum Di Hokmix, Bukankah Pembangunan Jalan ini Ada Dua Titik Yang Bakal Di Buat Gorong Gorong, Bole Jadi Satunya Pindahkan Saja Kelokasi Yang Kerap Banjir Itu, Demi Ketentraman Warga Yang Terdampak Banjir,”Tutup Kades.

 

Yang Hadir Dimusyawarah Tersebut,”Kepala Desa Karya Pelita,”Unsur Tripika, Camat Marga Sakti Sebelat (MSS), Kalpolsek Putri Hijau (PH), Babinsa, Tokoh Masyarakat Thomas, Tokoh Adat, BPD, Para Kadun, Pihak PT, Kamajaya Adiguna Pelaksana Proyek Jalan,”Dan Warga Sekitar Demikian.

 

(Thomas)

Baca Juga  Didesa Padang Mahondang Dusun 10 Aek Nauli, Dusun 11 Bulu Cina, Proyek, Dusun 12 Pisang Binaya Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan provinsi Sumatera Utara sudah 59 tahun Jalan Rusak Berat Sudah Ada Kampung Aek Nauli, Bulu Cina, Proyek Pisang Binaya di tahun 1965 Sudah Ada Kampung Kami Dan Tidak ada di Perhatikan Pemerintahan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *