Wakil Bupati Samosir Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Pemerintahan123 Dilihat
banner 468x60

 

Samosir,busernusantarasorottv.com- Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna  DPRD Kabupaten Samosir di  Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Samosir, Komplek Perkantoran Parbaba, Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan, Senin (22/6/2026).

banner 336x280

 

Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Nasip Simbolon didampingi  Wakil Ketua DPRD Osvaldo Simbolon dan Sarhochel M. Tamba. Turut hadir  Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pabung Samosir Mayor Inf. T. Siringoringo, Kasat Intelkam Polres Samosir Iptu Donal P. Sitanggang, anggota DPRD Kabupaten Samosir, para asisten, pimpinan perangkat daerah.

 

Ketua DPRD Kabupaten Samosir menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat paripurna tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan Pemerintah Kabupaten Samosir.

 

Ariston menjelaskan, penyampaian  nota pengantar tersebut merupakan kepatuhan terhadap undang-undang yang mewajibkan kepala daerah untuk menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir, disertai laporan keuangan yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 

Ariston menambahkan bahwa BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara telah menyelesaikan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2025 dan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Opini WTP yang diraih Kabupaten Samosir untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan DPRD, serta partisipasi masyarakat,” ujar Ariston.

 

Lebih lanjut Wakil Bupati menjelaskan, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 disusun berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit BPK dan terdiri atas tujuh komponen, yakni Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

 

Dalam Laporan Realisasi Anggaran, pendapatan daerah tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp810,67 miliar dengan realisasi mencapai Rp774,57 miliar atau 95,55 persen. Sementara itu, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp830,40 miliar dengan realisasi sebesar Rp760,62 miliar atau 91,60 persen.

 

Adapun penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp26,15 miliar atau 105,75 persen dari target yang ditetapkan, sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi 100 persen sebesar Rp5 miliar. Dari komponen tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp35,11 miliar.

 

Pada sisi neraca, total ekuitas Pemerintah Kabupaten Samosir tercatat sebesar Rp1,99 triliun dengan total aset tetap mencapai Rp1,77 triliun. Sementara itu, investasi jangka panjang berupa penyertaan modal pemerintah daerah pada PT Bank Sumut tercatat sebesar Rp40,27 miliar. Adapun saldo akhir kas pada Laporan Arus Kas Tahun 2025 tercatat sebesar Rp35,11 milIar Napitupulu, mengatakan Kabupaten Samosir memiliki posisi strategis sebagai bagian dari Kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia. Menurutnya, pariwisata yang berkembang perlu ditopang dengan  penguatan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan UMKM. Secara nasional, sekitar 60 persen produk domestik bruto Indonesia ditopang oleh UMKM dan sektor ini juga menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Karena itu, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM sehingga pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Nixon

 

Nixon menjelaskan, melalui transformasi Beyond Mortgage, BTN terus memperluas perannya dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra pembangunan yang menghadirkan berbagai solusi keuangan bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya BTN dalam mengimplementasikan arah strategis Danantara untuk mengonsolidasikan kekuatan aset BUMN guna menciptakan nilai tambah yang lebih optimal bagi pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

Dalam dua tahun terakhir, BTN telah menjalin kerja sama dengan sekitar 58 pemerintah kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

 

Sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, BTN akan memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Properti Program (KPP). BTN juga akan mendorong digitalisasi transaksi agar pelaku usaha semakin berkembang dan naik kelas.

BTN juga siap mendukung pengembangan layanan kesehatan melalui penyediaan berbagai solusi perbankan bagi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, mulai dari layanan transaksi, payroll, dan QRIS Merchant hingga dukungan pembiayaan untuk pengembangan fasilitas dan investasi alat kesehatan sesuai kebutuhan rumah sakit. Di sisi lain, BTN akan memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset  Daerah (BPKAD) Kabupaten Samosir dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang semakin efisien dan terdigitalisasi. sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia. Menurutnya, pariwisata yang berkembang perlu ditopang dengan  penguatan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan UMKM. Secara nasional, sekitar 60 persen produk domestik bruto Indonesia ditopang oleh UMKM dan sektor ini juga menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Karena itu, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM sehingga pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Nixon

 

Nixon menjelaskan, melalui transformasi Beyond Mortgage, BTN terus memperluas perannya dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra pembangunan yang menghadirkan berbagai solusi keuangan bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya BTN dalam mengimplementasikan arah strategis Danantara untuk mengonsolidasikan kekuatan aset BUMN guna menciptakan nilai tambah yang lebih optimal bagi pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

Dalam dua tahun terakhir, BTN telah menjalin kerja sama dengan sekitar 58 pemerintah kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

 

Sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, BTN akan memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Properti Program (KPP). BTN juga akan mendorong digitalisasi transaksi agar pelaku usaha semakin berkembang dan naik kelas.

BTN juga siap mendukung pengembangan layanan kesehatan melalui penyediaan berbagai solusi perbankan bagi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, mulai dari layanan transaksi, payroll, dan QRIS Merchant hingga dukungan pembiayaan untuk pengembangan fasilitas dan investasi alat kesehatan sesuai kebutuhan rumah sakit. Di sisi lain, BTN akan memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset  Daerah (BPKAD) Kabupaten Samosir dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang semakin efisien dan terdigitalisasi.

 

Selain menghadirkan solusi pembiayaan, BTN juga tengah menjajaki berbagai kolaborasi untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Diantaranya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyusunan solusi pengelolaan sampah kawasan wisata, promosi produk unggulan Samosir seperti kopi dan tenun melalui berbagai ajang nasional, hingga membuka peluang kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia.

“BTN ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra pembangunan daerah. Kami ingin membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari sektor pariwisata, UMKM, layanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Nixon.

 

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Samosir dan BTN optimistis dapat memperkuat ekosistem pembangunan daerah yang inklusif melalui penguatan sektor pariwisata, peningkatan daya saing UMKM, digitalisasi layanan publik, serta perluasan akses layanan keuangan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kawasan Danau Toba.(Jhones turnip)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *